cbox



My.Google My.Facebook My.Twitter

Sabtu, 08 September 2012

Penyebab dan Terapi Disfungsi Ereksi.

Disfungsi ereksi (DE) adalah bentuk gangguan fungsi seksual laki-laki yang sangat umum. Seorang pria yang mengalami disfungsi ereksi kesulitan menjaga ereksi penisnya pada setiap tahap hubungan seksual. Masalah DE dapat berupa penis yang tidak cukup keras atau ereksi yang tidak dapat dipertahankan cukup lama untuk melakukan hubungan seksual yang memuaskan. Hal tersebut dapat berdampak negatif terhadap keharmonisan hubungan rumah tangga. Seorang pria dapat sesekali mengalami kesulitan mempertahankan ereksi. Bila dia secara konsisten mengalaminya sampai enam bulan atau lebih, barulah disebut memiliki DE.

Siapa yang berisiko?

Disfungsi ereksi dapat terjadi pada pria dewasa di semua usia, tapi umumnya masalah ini berkembang pada pria setengah baya atau lebih tua. Diperkirakan hanya dua persen pria berusia 30-an yang mengalaminya, sedangkan setengah dari pria berusia 60 -70 tahun mengalaminya.

Penyebab

Penyebab disfungsi ereksi dapat fisik (organik), psikologis (psikogenik) atau keduanya. Faktor fisik menyebabkan sekitar 60-80% kasus DE. Kemungkinan penyebab fisik:
  • Inflamasi prostat (prostatitis)
  • Penyakit parah (anemia, tuberkulosis, pneumonia, dll)
  • Penyakit jantung, hipertensi, aterosklerosis, diabetes
  • Operasi (mis. operasi kanker prostat)
  • Efek kecelakaan
  • Gangguan hormonal
  • Multiple sclerosis dan penyakit saraf lainnya
  • Konsumsi jangka panjang obat tertentu.
Faktor psikologis dapat menyebabkan cacat fisik ringan menjadi DE. Banyak pria yang merasa gagal sebagai lelaki ketika daya seksual mereka melemah. Kegagalan awal mempertahankan ereksi menimbulkan kecemasan dan stress yang pada gilirannya justru memperburuk DE. Hal tersebut menjadi lingkaran setan. Beberapa masalah psikologis yang dapat menyebabkan DE antara lain:
  • Kurangnya kepercayaan diri
  • Kurangnya hasrat seksual
  • Cemas, depresi, stress
  • Konflik rumah tangga
Pasien yang memiliki DE psikogenik mungkin dapat ereksi normal selama jam tidur atau di pagi hari, sementara di lain waktu sulit mempertahankan ereksi.

Penanganan/terapi

Berita gembiranya adalah pada kebanyakan kasus, DE dapat disembuhkan. Semakin cepat DE ditangani, semakin tinggi kemungkinan pulih. Sayangnya, banyak pria yang enggan memeriksakan diri ke seksolog atau urolog karena merasa malu.
Pengobatan DE dimulai dengan mengidentifikasi penyebabnya. Dalam kasus di mana penyebabnya adalah fisik, pengobatan dimulai dengan memperbaiki penyakit yang mendasarinya. Pada beberapa penyakit kronis, yang dapat dilakukan hanyalah memperbaiki kondisi, tidak sepenuhnya memulihkan. Metode modern terapi DE telah memungkinkan perbaikan ereksi meskipun penyakit yang mendasarinya masih ada. Berikut adalah beberapa terapi DE modern:
  • Meminum tablet berbahan aktif yang meningkatkan fungsi ereksi secara kimiawi, termasuk Cialis, Levitra, Staxyn, dan Viagra. Semua bekerja dengan meningkatkan aliran darah ke penis sehingga ketika seorang pria terangsang secara seksual, dia bisa mendapatkan ereksi. Perbedaan di antara mereka hanya berapa lama dan seberapa cepat kerjanya. Levitra bekerja sedikit lebih lambat dibandingkan dengan Viagra. Keduanya mulai berdampak sekitar 30 menit. Efek Levitra berlangsung selama sekitar 5 jam sedangkan Viagra sekitar 4 jam. Cialis bekerja sedikit lebih cepat (sekitar 15 menit), dan efeknya berlangsung lebih lama, bisa sampai 36 jam. Staxyn mengandung bahan aktif yang sama seperti Levitra tetapi tidak dipertukarkan dengan tablet Levitra.
  • Menggunakan pompa vakum bertekanan negatif. Perangkat ini terdiri dari reservoir, yang terbentuk oleh tekanan negatif, yang mendorong aliran darah ke penis untuk menimbulkan ereksi. Metode ini tidak menimbulkan rasa sakit atau efek samping tetapi memerlukan beberapa kali latihan.
  • Menggunakan suntikan obat khusus langsung ke korpus cavernosum penis atau sebagai supositoria ke uretra. Metode ini memungkinkan Anda untuk mencapai ereksi lama, namun tidak cocok untuk semua pasien. Pilihan obat dan suntikan hanya atas petunjuk dokter.
  • Jika semua terapi lain gagal, prosedur bedah dapat dipilih untuk mengoreksi kesulitan ereksi.
Untuk pengobatan DE yang disebabkan faktor psikologis, pasien memerlukan konseling dengan terapis psikologi seksual.

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar