cbox



My.Google My.Facebook My.Twitter

Jumat, 12 Oktober 2012

Cara mengatasi cusi berdarah

Kesehatan gigi dan mulut sangat erat kaitannya dengan gusi, memang biasanya orang kurang memperhatikan kesehatan gusi tapi kalau sudah sakit pasti makan apa saja jadi tidak enak. Salah satu masalah gusi yang paling sering adalah gusi berdarah. Gusi berdarah sering diabaikan dan dianggap remeh oleh sebagian orang, padahal gusi yang sering berdarah bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius. Segera atasi dan obati gusi yang berdarah.

Gusi berdarah biasanya disebabkan karena penghapusan plak gigi yang tidak benar pada garis gusi. Hal ini bisa menyebabkan gingivitis atau gusi meradang.

Jika plak tidak dihilangkan secara teratur atau dengan menyikat gigi, maka akan mengeras menjadi karang gigi, yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pendarahan atau bahkan lebih parah lagi menyebabkan penyakit rahang dan gusi yang dikenal sebagai periodontitis.

Dilansir Nlm.nih.gov, Rabu (15/12/2010), berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi gusi berdarah:
  • Hindari penggunaan tembakau dan merokok yang dapat memperburuk gusi berdarah
  • Kontrol perdarahan gusi dengan memberi tekanan langsung pada gusi dengan kain kasa yang direndam dalam air es
  • Jika Anda telah didiagnosa kekurangan vitamin, maka segeralah cukupi kebutuhan vitamin.
    Batasi asupan gula. Kelebihan gula dalam makanan ringan, soda manis atau makanan olahan dapat menyebabkan kerusakan gigi dan memperparah pendarahan.
  • Hindari obat pengecer darah seperti aspirin, kecuali dokter Anda merekomendasikannya.
  • Makan banyak buah yang mengandung vitamin C dan juga makanan yang mengandung banyak kalsium. Kalsium dapat membantu dalam memperbaiki kerusakan gigi yang berkelanjutan karena cedera gusi.
  • Selain karang gigi, ada beberapa penyebab lain gusi berdarah antara lain:
  • Infeksi bakteri, jamur atau virus.
  • Adanya gangguang pendarahan lain
  • Menyikat gigi terlalu keras
  • Perubahan hormon selama kehamilan
  • Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP), yaitu penyakit darah yang tak cukup memiliki sel darah merah.
  • Pemasangan gigi palsu yang tidak pas
  • Flossing yang tidak sesuai
  • Infeksi yang terjadi karena pada gigi dan gusi
  • Leukemia
  • Penggunaan pengencer darah
  • Kekurangan vitamin K
  • Untuk menghindari gusi berdarah, sebaiknya mengunjungi dokter minimal 6 bulan sekali untuk menghilangkan plak, mengikat gigi dengan lembut dengan bulu sikat yang halus sehabis makan dan hindari penggunaan obat pencuci mulut yang mengandung alkohol karena dapat memperburuk masalah.


Radang gusi/ginggivitis yang gejalanya adalah gusi membengkak dan mudah berdarah bila mengalami erosi yang ringan sekalipun.Penyebab radang gusi ini ada bermacam-macam:
  • Kebersihan gigi dan mulut yang kurang diperhatikan, atau membersihkan plak gigi secara tidak tuntas, sehingga meninggalkan plak yang merupakan media pertumbuhan kuman. Jika plak ini menetap di situ selama 72 jam, dapat mengeras dan mengakibatkan karang gigi. Plak ini merupakan penyebab lebih dari 80% radang gusi. Pada wanita hamil, kurangnya kebersihan gigi dan mulut akan makin mempermudah terjadinya radang gusi.
  • Kekurangan nutrisi tertentu, seperti vitamin C, niasin dll.
  • Radang gusi pada menopause, menyebabkan gusi longgar sehingga gusi dapat digerakkan dengan lidi kapas.
  • Radang gusi akibat tekanan gusi oleh gigi yang akan keluar. Terbelahnya gusi akan menyebabkan terbentuknya kantong gusi yang jika terisi sisa makanan akan menjadi media kuman untuk tumbuh dan berkembang menyebabkan radang.
  • Sebelum kita berbicara bagaimana mengobatinya mungkin yang lebih penting adalah bagaimana mencegahnya. Pencegahan radang gusi adalah sbb:
  • Menjaga kecukupan kebutuhan nutrisi. Makan seimbang dan selalu menyertakan sayur dan buah karena keduanya akan mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral.
  • Menjaga kebersihan mulut dan gigi dengan menyikat gigi secara teratur. Rasulullah saw menyontohkan dengan selalu bersiwak, untuk menjaga kebersihan mulut dan gigi. Siwak mengandung flour dan juga antibiotika sehingga dapat membasmi kuman berbahaya dalam mulut.
  • Periksakan gigi Anda secara teratur ke dokter gigi, sehingga jika ditemukan ada sesuatu yang perlu diperbaiki termasuk jika ada karang gigi, dapat dibersihkan.
  • Pada wanita menopause yang menunjukkan gejala gangguan pada gusi dapat menjadi petunjuk adanya gangguan keseimbangan hormonal sehingga perlu diberikan terapi sulih hormon. Saya biasa menganjurkannya dengan menggunakan herbal yang menjaga keseimbangan hormonal pada menopause.
  • Untuk lebih baiknya gunakan obat kumur setiap habis sikat gigi dan ketika hendak pergi tidur.
  • Adapun bagi anti yang sudah terlanjur menderita radang gusi, pengobatannya adalah sbb:
  • Gunakan pengobatan campuran cuka dan air mawar:- 3 sendok teh cuka + 6 sendok teh air mawar, dicampur rata. - Dipakai untuk kumur-kumur setiap habis makan.Cuka memiliki sifat antiseptik sedangkan air mawar memiliki sifat sebagai astringent campuran keduanya akan menyembuhkan infeksi dan menghilangkan bengkak. Atau ramuan lain.
  • Campuran air jahe dengan garam meja.- 1 cangkir air rebusan jahe + ½ sendok teh garam meja, dicampur rata.- Celupkan jari Anda lalu gosokkan ke gusi.Jahe adalah antiseptik yang baik dan garam meja bekerja mengempiskan bengkaknya.Meskipun demikian kebersihan gigi dan mulut tetap dilakukan untuk mempercepat penyembuhan dan mencegah kekambuhan.
GUSI BERDARAH ? WASPADA PENYAKIT ITP

Menurut Prof dr Zubairi Djoerban SpPD KHOM, ahli hematologi dari FakultasKedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), trombosit rendah bisa disebabkan oleh bermacam hal. Tapi secara garis besar, penurunan kadar trombosit disebabkan oleh dua hal yaitu kerusakan trombosit di peredaran darah, atau kurangnya produksi trombosit di sumsum tulang.

Kerusakan trombosit
Demam berdarah merupakan jenis kerusakan trombosit yang populer di masyarakat. Menurut kepala divisi Hematologi-Onkologi Medik Bagian Penyakit. Dalam FKUI/RSCM ini, penyebab kerusakan trombosit dalam DB adalah infeksi. Selain demam berdarah, infeksi yang juga mengurangi trombosit adalah tifus. Kerusakan trombosit juga bisa terjadi pada penyakit ITP.

Apa yang dimaksud dengan ITP ?
ITP [Idiopathic Thrombocytopenic Purpurae] ialah suatu gangguan autoimun yang ditandai dengan trombositopenia [angka trombosit darah perifer kurang dari 150.000/mm3] akibat destruksi prematur trombosit yang meningkat [akibat autoantibody yang mengikat antigen trombosit]

Mengapa bisa terjadi trombositopenia ?
Dalam keadaan normal, umur trombosit sekitar 10 hari, sedangkan pada ITP, umur trombosit memendek menjadi 2-3 hari atau bahkan hanya beberapa menit saja. Memendeknya umur trombosit ini disebabkan karena peningkatan destruksi trombosit di limpa oleh karena proses imunologi, dan umur trombosit berhubungan dengan kadar antibody platelet, sehingga bila kadar antibody platelet meninggi, maka umur trombosit semakin pendek
Yang memegang peran dalam menimbulkan perdarahan pada ITP diduga tidak saja tergantung pada jumlah trombosit, tetapi juga fungsi trombosit dan kelainan vaskuler.
Secara umum, penyebab timbulnya penyakit ITP tidak diketahui dengan pasti / Idiopathic. Namun ada beberapa obat yang dikaitkan dengan trombositopenia

Bagaimana cara mendiagnosa ITP?
Diagnosa ITP ditegakkan jika dijumpai :
  • Gambaran klinik berupa perdarahan kulit atau mukosa
  • Ada trombositopenia [jumlah trombosit < 150.000/mm3]
  • Tidak didapatkan pembesaran limpa
  • Pada pemeriksaan sumsum tulang(BMP) ; megakariosit normal atau meningkat
  • Ada antibody platelet [IgG positif]–> Tapi bukan suatu keharusan
  • Tidak ada penyebab trombositopenia sekunder
  • Bila penderita ITP diperiksa secara fisik, maka biasanya keadaan umumnya baik, tidak didapatkan demam, dan tidak ada pembesaran limpa maupun hati.
  • Gejala klinis bervariasi tergantung jumlah trombosit serta kadar antibodi platelet. Anemia baru didapatkan bila terjadi perdarahan hebat. Gejala ITP sendiri biasanya perlahan-lahan dengan riwayat mudah berdarah dengan trauma maupun tanpa trauma. Pada umumnya bentuk perdarahannya ialah purpura pada kulit dan mukosa [hidung mimisan, gusi berdarah, saluran makanan – berupa berak darah atau muntah darah dan traktus urogenital].
  • Frekuensi dan berat perdarahan sebanding dengan jumlah trombosit. Misalnya, bila jumlah trombosit masih 50 ribu per mikroliter, tidak ada gejala
  • Perdarahan spontan terjadi bila jumlah trombosit < 50.000/mm3, dan bila jumlah trombosit < 10.000/mm3 akan berisiko terjadi perdarahan intracranial / perdarahan otak, mengenai sekitar 1% dari penderita ITP].

Terapi ITP
Terapi ITP lebih ditujukan untuk menjaga jumlah trombosit dalam kisaran aman, sehingga mencegah terjadinya perdarahan mayor. Terapi umum meliputi aktivitas fisik berlebihan untuk mencegah trauma [terutama trauma kepala], dan menghindari pemakaian obat-obatan yang mempengaruhi fungsi trombosit [seperti Aspirin dan obat Aspirin-like lainnya]

1. Steroid
Pada prinsipnya, pengobatan pada ITP ialah untuk menurunkan kadar PA IgG, dan terapi utama yang dianjurkan ialah steroid. Pada penderita yang responsif terhadap terapi steroid, akan terjadi penurunan kadar autoantibodi dan peningkatan trombosit. Efek steroid umumnya terlihat setelah terapi selama 24-48 hari. Steroid yang biasa digunakan ialah prednison, dosis 1mg/kg BB/ hari [pada orang dewasa sekitar 60-mg/hari], dievaluasi setelah pengobatan 2-4 minggu. Bila responsif –> dosis diturunkan pelahan-lahan sampai kadar trombosit stabil atau dipertahankan sekitar 50.000/mm3. Dosis pemeliharaan prednison ini sebaiknya < 15mg/hari
Efek samping :
jantung berdebar2, keringat berlebihan padahal dia tidak kepanasan, sakit persendian, lemas, lapar terus–> moon face effect.

2.Imunosupresif
Seperti Vincristine, Cyclophosphamide, Azathioprin, atau Danazol.

3.Immunoglobulin dosis tinggi

4.Splenectomy (operasi pengangkatan limpa)
Limpa bertugas memproduksi sebagian besar antibodi yang selama ini menghancurkan sel-sel darah merah dalam tubuhnya sendiri. Organ ini juga berfungsi untuk menghancurkan sel-sel darah yang tua atau rusak.
5.Transfusi darah
Transfusi darah hanya diberikan pada penderita dengan perdarahan mayor. Karena pada ITP. transfusi trombosit justru akan merangsang zat anti untuk berproduksi. Jadi, pengobatan utamanya adalah dengan menghilangkan mekanisme auto-imun tadi

Perbedaan demam berdarah dan ITP dari kacamata penderita ITP
Jika penderita demam berdarah hanya diberi cairan saja trombositnya lama kelamaan akan meningkat sementara penderita ITP meskipun infus habis berbotol-botol trombositnya tidak akan mengalami kenaikan yang berarti.

Terapi alternatip
Tusuk jarum / Akupuntur
Tricajus
Jambu merah
Belimbing wuluh

Catatan :
Bila jumlah trombosit sudah normal, penderita akan kembali bugar dan mampu melakukan aktivitas seperti biasa tetapi harus tetap waspada. Penyakit ini mudah kambuh. Pemicu kekambuhan adalah kelelahan dan stres. 

sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar