cbox



My.Google My.Facebook My.Twitter

Selasa, 23 Oktober 2012

9 Tips Mengatasi Varises



varisesSistem peredaran darah Anda seperti jalan raya di mana kendaraan berlalu-lalang dengan kepadatan tinggi. Kendaraan itu adalah sel-sel darah Anda. Mereka mengangkut berbagai keperluan sel-sel lain di seluruh tubuh dan membuang bahan limbah hasil metabolisme. Jantung menjaga lalu-lintas tetap berjalan dengan mendorong aliran darah melalui pembuluh-pembuluh darah.
Pada perjalanan kembali ke jantung, lalu-lintas menjadi lebih berat. Di satu sisi, tekanan dari pompa jantung sudah berkurang. Di sisi lain, pada bagian-bagian tubuh di bawah jantung seperti betis dan paha, aliran darah bergerak melawan gravitasi. Akibatnya, pembuluh darah lebih mengandalkan otot-otot kaki untuk membantu mengalirkan darah kembali ke jantung. Selain itu, terdapat katup-katup di sepanjang pembuluh darah yang mencegah arus balik.
Bila salah satu katup tersebut rusak maka akan terjadi arus balik. Genangan darah kemudian timbul karena arus yang menjauh dari jantung bertumbukan dengan arus yang menuju jantung. Peningkatan tekanan di pembuluh ini selanjutnya akan merusak katup darah berikutnya, dan seterusnya. Dinding vena akan menggelembung dan berubah bentuk. Anda dapat melihatnya sebagai pembuluh yang berwarna biru, berbenjol-benjol tidak teratur dan menyembul dari balik kulit. Itulah yang disebut varises.

Apakah varises berbahaya?

Meskipun mengganggu penampilan, dalam banyak kasus varises tidak berbahaya. Varises tingkat lanjut dapat menyebabkan kaki terasa berat, bengkak dan sering terganggu oleh kram. Kadang-kadang perubahan warna kulit terjadi. Dalam kasus yang langka, bekuan darah dapat terbentuk pada varises. Hal ini dapat berbahaya bila kemudian bekuan darah itu berpindah melalui pembuluh darah ke jantung atau paru-paru (disebut embolisme), sehingga menyumbat pembuluh darah di sana dan menyebabkan gagal jantung atau embolisme paru. Varises juga dapat menjadi pertanda bahwa vena yang lebih dalam tersumbat, misalnya oleh tumor atau gumpalan darah. Varises ini disebut varises sekunder karena merupakan konsekuensi dari penyakit yang sebenarnya.

Bakat bawaan

Kecenderungan untuk mengembangkan varises diturunkan dalam keluarga. Beberapa ahli menduga bahwa kelemahan gen yang mengatur perkembangan vena menyebabkan cacat dalam struktur dan katup vena. Pada beberapa orang, jumlah katup vena lebih sedikit sehingga tidak cukup untuk menahan arus balik darah. Mereka mengembangkan varises di usia yang sangat muda. Jika Anda memiliki anggota keluarga yang memiliki varises, sebaiknya Anda segera melakukan upaya-upaya pencegahan.

Pencegahan dan penanganan

Beberapa tips berikut dapat membantu Anda mencegah dan mengurangi atau menghilangkan varises:
  1. Berolah raga. Kurang olahraga menyebabkan otot lemah dan kurang mampu untuk mendukung pekerjaan vena, yang memudahkan timbulnya varises. Sebaliknya, olahraga membantu menghilangkannya. Setiap kontraksi otot pantat, paha, dan tungkai akan membantu darah di vena untuk mengalir kembali ke jantung. Bersepeda, berjalan, menaiki tangga, senam aerobik dan berenang adalah contoh olahraga yang baik untuk keperluan ini.
  2. Kurangi berat badan. Kegemukan menambah beban vena. Orang yang gemuk memiliki darah yang lebih banyak untuk dialirkan oleh vena. Di sisi lain, mereka cenderung kurang gerak sehingga memiliki otot-otot yang kurang mampu untuk mendukung pekerjaan vena yang berat itu.
  3. Jangan berdiri terlalu lama. Jika Anda berdiri, tungkai Anda memiliki jarak terjauh dengan jantung. Selain itu, posisi tegak berarti gaya gravitasi terkuat. Keduanya membuat vena memiliki beban terberat. Jika Anda memiliki pekerjaan yang menuntut banyak berdiri, usahakan agar sesering mungkin menyelinginya dengan berjalan-jalan beberapa meter. Anda juga dapat sesekali mengangkat kaki untuk mengurangi tekanan.
  4. Jangan duduk terlalu lama. Duduk menyebabkan dengkul dan pangkal paha menekuk. Hal ini membuat aliran darah menuju jantung menjadi lebih berat. Bila Anda duduk lama seperti berkendara jarak jauh atau bekerja di belakang meja, usahakan untuk menyelingi dengan meluruskan kaki dan berjalan beberapa meter. Hindari duduk dengan kaki menyilang, karena dapat menghalangi aliran darah Anda.
  5. Konsumsi diet seimbang. Selain mencegah kegemukan, diet yang seimbang bermanfaat mencegah varises. Kolagen yang membentuk pembuluh darah dan otot-otot Anda membutuhkan vitamin C dan protein. Dengan mendapatkan cukup nutrisi tersebut, pembuluh darah dan otot Anda akan kuat dan tidak mudah rusak.
  6. Gunakan stoking pendukung. Stoking pendukung atau stoking kompresi adalah stoking kaki atau celana ketat yang terbuat dari bahan elastis yang kuat. Anda memakainya sepanjang hari dan melepaskannya di malam hari. Stoking ini akan menekan varises untuk menghambat perkembangannya dan membantu aliran darah di kaki Anda. Selain itu, stoking pendukung juga mengurangi rasa sakit dan meningkatkan penampilan Anda.
  7. Angkat kaki Anda. Anda dapat mengangkat kaki Anda di atas ketinggian jantung selama 10 menit setiap jam. Hal ini akan mengurangi tekanan pada pembuluh vena Anda, yang mencegah atau mengurangi varises. Anda juga dapat meletakkan bantal di kaki ketika Anda tidur.
  8. Jangan berpakaian ketat. Berbeda dengan stoking yang dirancang khusus untuk membantu aliran darah ke atas, pakaian ketat di pinggang, pangkal paha atau tungkai justru akan menghalanginya, sehingga memperberat varises.
  9. Berhenti merokok. Merokok merusak pembuluh darah, yang mungkin menyebabkan varises.
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar