cbox



My.Google My.Facebook My.Twitter

Minggu, 02 September 2012

Buah Berbiji Mencegah Penyakit Jantung dan Diabetes.

'peaches' photo (c) 2009, Richard North - license: http://creativecommons.org/licenses/by/2.0/Buah berbiji seperti nektarin, persik, dan plum mengandung unsur bioaktif yang melawan obesitas, resistensi insulin, hipertensi, dan kadar kolesterol tinggi. Itulah temuan para peneliti AS di Texas A & M University. Hasil penelitian tersebut, yang akan dipresentasikan pada American Chemical Society di Philadelphia Agustus mendatang, menunjukkan bahwa senyawa dalam buah berbiji (stonefruit) bisa menjadi senjata melawan sindrom metabolik, sehingga mengurangi kemungkinan terkena penyakit jantung dan diabetes.
“Studi kami menunjukkan bahwa buah berbiji– buah persik, plum dan nektarin — memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi dapat melawan sindrom metabolik,” kata Dr Luis Cisneros-Zevallos, pemimpin penelitian. “Pekerjaan kami menunjukkan bahwa senyawa fenolik yang hadir dalam buah-buahan ini memiliki properti anti-obesitas, anti-inflamasi dan anti-diabetes di lini sel yang berbeda dan juga dapat mengurangi oksidasi kolesterol jahat (LDL) yang berhubungan dengan penyakit kardiovaskuler.”
Sebagai informasi, buah berbiji (stone fruit) dalam botani adalah kelompok buah yang memiliki kulit dan daging buah mengelilingi sebuah biji atau kernel. Buah-buahan ini memiliki karakteristik definitif berupa biji yang keras dan mengalami lignifikasi (berlubang), yang berasal dari dinding ovarium bunga. Selain nektarin, persik dan plum, beberapa tanaman berbunga lain dalam kelompok buah ini adalah kopi, mangga, zaitun, kurma, kelapa, kelapa sawit, almond, aprikot dan ceri.
Untuk studi mereka, para ilmuwan mengisolasi senyawa kimia tertentu dari nektarin, persik dan plum. Hasil kultur sel menunjukkan bahwa keempat kelompok utama fitokimia– anthocyanin, asam klorogenat, quercetin dan catechin–bekerja secara langsung pada lemak, sel-sel makrofag dan sel-sel pada dinding pembuluh darah. “Zat-zat tanaman itu mengubah aktivitas gen dan produksi protein sel-sel dan dengan demikian memiliki efek anti-inflamasi,” kata Cisneros-Zevallos, yang juga seorang profesor di Texas A & M University.
Sejauh mana pengaruh mengonsumsi buah persik dan buah berbiji lainnya terhadap sindrom metabolik dalam kehidupan nyata, masih belum jelas. Dalam langkah berikutnya, para peneliti akan menyelidiki mekanisme molekuler apa di belakang efek positif yang ditemukan. Mereka juga berencana untuk mengkonfirmasi temuan itu dalam percobaan pada tikus.
Di AS, statistik menunjukkan bahwa sekitar 30 persen dari populasi memiliki kelebihan berat badan atau obesitas dan trennya terus meningkat secara mengkhawatirkan. “Dalam beberapa tahun terakhir obesitas telah menjadi perhatian utama karena masalah kesehatan yang terkait dengannya, penyakit-penyakit yang dikenal sebagai sindrom metabolik.” kata Cisneros-Zevallos. Gaya hidup, kecenderungan genetik dan diet memainkan peran besar dalam kecenderungan seseorang terhadap obesitas. 

sumber

Hati-Hati Menggabungkan Herbal dengan Obat.

Herbal telah digunakan untuk pengobatan sejak awal keberadaan manusia. Bahkan, sampai dengan 150 tahun yang lalu kita belum mengenal obat sintetis. Sejak ahli kimia Wilhelm Hofmann dan mahasiswanya William Perkin berhasil mensintesis kina di laboratorim mereka di tahun 1840-an, ribuan obat sintetis telah dihasilkan. Transisi dari herbal ke obat sintetis dipercepat oleh dua perang dunia yang menganggu perdagangan internasional tumbuhan. Selain itu, insentif berupa hak paten– yang memberikan monopoli kepada pabrik farmasi sampai batas daluwarsanya–membuat produksi obat sintetis lebih menarik. (Anda tidak bisa mematenkan obat yang berasal dari alam). Periode dari 1945 sampai 1975 adalah masa keemasan perkembangan teknologi obat. Upaya intensif yang dilakukan untuk memproduksi obat-obatan sintetis baru telah menggeser penggunaan sebagian besar produk alami. Kini hanya sekitar 25% obat yang masih menggunakan bahan-bahan aktif dari tanaman (misalnya morfin, atropin, dan beberapa agen kemoterapi).
Namun, dalam beberapa tahun terakhir fenomena sebaliknya terjadi: semakin banyak orang yang beralih kembali ke herbal. Herbal juga semakin banyak yang dijual dalam kemasan modern seperti kapsul atau tablet yang memiliki takaran tertentu. Sebagai contoh, kian banyak orang yang mengambil kapsul estrak bawang putih sebagai pengganti captopril untuk menurunkan tekanan darah atau kapsul ekstrak sidaguri sebagai pengganti allopurinol untuk menurunkan asam urat. Tren kembalinya masyarakat ke herbal ini terutama disebabkan oleh keyakinan bahwa herbal lebih aman dan bahwa obat tidak menjadi pengganti yang memuaskan untuk semua praktik perawatan kesehatan yang telah diandalkan selama berabad-abad.
Sebagian orang ingin mendapatkan yang terbaik dari keduanya. Mereka mengonsumsi obat sintetis yang dikombinasi dengan herbal. Ini adalah praktik yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan interaksi herbal dan obat.

Interaksi herbal dan obat

Ketika herbal dan obat digunakan bersama-sama, mereka dapat berinteraksi dalam tubuh Anda, menyebabkan perubahan dalam cara kerja keduanya. Perubahan itu disebut interaksi herbal dan obat, yang dapat bermanfaat atau berbahaya bagi Anda, tergantung mekanismenya. Beberapa contoh interaksi yang mungkin terjadi adalah:
  • Meningkatkan efek samping obat, mungkin menyebabkan keracunan
  • Mengurangi efek terapi obat, mungkin menyebabkan kegagalan pengobatan. Interaksi juga dapat menyebabkan resistensi obat, sehingga membatasi pilihan pengobatan di masa depan.
  • Meningkatkan efek terapi obat, mungkin menyebabkan overdosis.
  • Memodifikasi kerja obat, mungkin menyebabkan komplikasi yang tak terduga.
Mekanisme interaksi herbal dan obat dapat dibagi menjadi beberapa kategori umum: interaksi farmakokinetik (penyerapan, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat) dan interaksi farmakodinamik (efek farmakologi gabungan dari obat).

a. Interaksi farmakokinetik

Interaksi farmakokinetik melibatkan perubahan dalam cara herbal dan obat beredar melalui tubuh Anda dan dapat mengubah jumlah atau kadar obat dalam tubuh Anda. Jika interaksi meningkatkan kadar obat, Anda mungkin mengalami efek samping dan/ atau keracunan. Jika interaksi menurunkan kadar obat, Anda kurang mendapatkan efeknya, mungkin menyebabkan kegagalan pengobatan dan/ atau resistensi obat. Ada beberapa tempat dalam tubuh Anda di mana interaksi tersebut dapat terjadi:
  • Perut (saluran pencernaan). Ketika herbal dan obat diambil secara oral, mereka diserap ke dalam aliran darah melalui lambung. Herbal dapat memengaruhi penyerapan obat dan menyebabkan perubahan jumlah obat yang masuk ke aliran darah. Sebagai contoh, beberapa herbal dapat mengubah lingkungan fisik perut, seperti tingkat pH, sementara yang lain mungkin mengikat obat, menyebabkan obat tetap berada di perut, bukannya memasuki aliran darah. Beberapa herbal bisa mempercepat proses pencernaan, mengurangi masa kehadiran obat untuk diserap oleh lambung.
  • Hati. Setelah memasuki aliran darah, obat harus dimetabolisme oleh hati agar menjadi aktif atau dihapus dari aliran darah. Hati berperan penting dalam mengontrol tingkat dan efektivitas obat dalam tubuh Anda. Herbal dapat mengubah metabolisme hati dengan merangsang atau menghambat enzim hati.
  • Ginjal. Beberapa obat dikeluarkan dari aliran darah melalui ginjal. Pengaruh herbal terhadap fungsi ginjal dapat mengubah kadar obat dalam darah. Jika herbal mengurangi fungsi ginjal, kadar obat dalam darah dapat meningkat. Jika herbal meningkatkan fungsi ginjal, kadar obat dalam darah dapat menurun.

b. Interaksi farmakodinamik

Interaksi farmakodinamik mengacu pada tindakan gabungan herbal dan obat . Ketika diambil pada saat yang sama, herbal dan obat dapat bekerja bersama-sama (sinergis) atau berlawanan (antagonistis). Misalnya, secara terpisah mereka memiliki efek samping yang sama, sehingga ketika diambil bersama-sama menyebabkan efek samping meningkat. Banyak interaksi herbal dan obat termasuk dalam kategori ini. Interaksi farmakodinamik sulit untuk diprediksi atau dicegah.

Tips untuk Anda

Untuk menghindari interaksi herbal dan obat yang merugikan, lakukanlah langkah-langkah berikut:

1. Ambil herbal dan obat secara terpisah

Mulailah satu produk pada satu waktu, dan jangan mengambi dosis melebihi yang direkomendasikan. Bila Anda ingin menggabungkan dosis herbal dengan dosis obat yang memiliki khasiat sama, minumlah herbal terlebih dahulu dan ambil jeda sekitar 1-2 jam sebelum mengonsumsi obat. Demikian pula bila Anda ingin menggunakan herbal untuk mengurangi efek samping obat, seperti jahe untuk mual, atau daun jambu untuk diare. Mengapa? Herbal cenderung memberikan efek lebih lambat dibandingkan obat sehingga perlu diambil terlebih dahulu. Secara umum, jangan mengambil herbal baru bersama-sama dengan obat baru. Pastikan Anda telah terbiasa dengan obat yang diambil sehingga memahami efek samping dan efek terapetiknya.
Berhati-hatilah saat mengambil herbal bersama dengan obat untuk pengobatan kondisi medis kronis seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi , diabetes, gagal jantung, reumatoid artritis, atau kanker. Beberapa tumbuhan dapat meningkatkan toksisitas atau menetralkan efektivitas obat yang digunakan untuk mengobati kondisi-kondisi medis tersebut. Contohnya, ekstrak ginkgo biloba dan bawang putih dapat menyebabkan perdarahan bila dikonsumsi bersamaan dengan aspirin, warfarin, dan asetaminofen. Jahe merupakan inhibitor sintetase tromboksan yang memperlama perdarahan. Bila Anda mengambil warfarin atau obat lainnya yang memengaruhi aktivitas trombosit, Anda tidak disarankan untuk mengambil ekstrak jahe. Herbal yang memiliki komponen karbohidrat hidrokoloidal seperti lidah buaya cenderung untuk mengikat obat lain sehingga mengurangi penyerapannya di usus, terutama bila dikonsumsi dalam bentuk utuh atau bubuk.

2. Jadilah pasien yang berpengetahuan

Pengetahuan adalah kunci untuk keamanan dan efektivitas pengobatan. Anda harus mengetahui herbal dan obat apa saja yang  Anda ambil dan mengapa. Tanyakanlah kepada dokter, herbalis, atau apoteker mengenai manfaat yang diharapkan dan potensi efek samping setiap pengobatan. Hindari herbal yang memiliki “formula rahasia”.
Ketika Anda berkonsultasi dengan dokter, bawalah semua obat Anda, termasuk obat bebas, obat resep, suplemen dan herbal yang Anda konsumsi. Tanyakan apa saja yang boleh terus dikonsumsi dan bagaimana mengonsumsinya untuk mencegah interaksi yang merugikan. Bacalah literatur medis dan farmasi tentang perkembangan terakhir dalam penelitian herbal dan obat. Apapun caranya, semakin Anda berpengetahuan, semakin baik untuk Anda.

3. Berhati-hatilah memilih produk

Tidak semua produk herbal sama. Bahkan, karena tidak diawasi seketat obat, variasi antar produk herbal sangat besar, dari yang masuk kategori herbal tradisional atau “jamu”, herbal terstandarisasi sampai fitofarmaka. Pilihlah paling tidak produk herbal terstandarisasi yang sudah terdaftar BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Banyak produk herbal ilegal yang diketahui oleh BPOM mengandung bahan kimia obat. Bila Anda mengambil herbal ini bersamaan dengan obat yang memiliki bahan aktif yang sama, Anda dapat mengalami overdosis. Lebih buruk lagi, karena kandungan bahan kimia obat pada produk-produk herbal itu mungkin banyak atau sudah daluwarsa, Anda bahkan bisa mengalami keracunan obat.

sumber

Sabtu, 01 September 2012

Makanan Super Itu Bernama Tempe.

Banyak orang meremehkan tempe sehingga seringkali menggunakan tempe untuk asosiasi negatif. Misalnya, orang yang bermental lembek disebut “bermental tempe”. Tempe pun sering dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai makanan masyarakat bawah. Padahal, tempe sebenarnya adalah “makanan super” yang banyak sekali keunggulannya. Sebagai makanan yang berbahan kedelai, tempe memiliki semua manfaat kesehatan dari kedelai plus manfaat lain dari hasil proses fermentasi. Berikut adalah beberapa keunggulan tempe: Tempehphoto © 2010 Robin | more info (via: Wylio)

1. Kaya serat

Satu porsi tempe mengandung serat lebih dari yang dikonsumsi sebagian besar orang dalam satu hari. Serat sangat penting untuk kesehatan saluran pencernaan dan mencegah berbagai penyakit kronis.

2. Mudah dicerna

Tempe adalah pilihan yang cocok untuk orang yang mengalami masalah pencernaan. Proses fermentasi sangat mengurangi oligosakarida yang membuat kacang-kacangan sulit dicerna oleh sebagian orang. Kedelai pada tempe lebih lembut karena proses fermentasi menghasilkan enzim-enzim yang mem-pracerna sebagian besar nutrisi dasarnya. Enzim fitase pada tempe meningkatkan penyerapan mineral seperti zinc, besi dan kalsium.

3. Rendah natrium

Bila Anda memiliki hipertensi, tempe adalah makanan ideal untuk Anda. Tidak seperti produk kedelai lain seperti tauco dan kecap asin, tempe sangat rendah natrium.

4. Mengandung antibiotik alami

Tempe mengandung zat antibiotik yang melawan berbagai organisme penyebab penyakit. Tempe dapat digunakan sebagai obat alami untuk disentri dan masalah pencernaan karena infeksi lainnya.

5. Baik untuk penderita diabetes

Protein dalam tempe sangat baik untuk pasien diabetes, yang cenderung memiliki masalah dengan sumber protein hewani. Protein dan serat dalam tempe juga dapat mencegah kadar gula darah tinggi dan membantu menjaga kadar gula darah tetap di bawah kontrol.

6. Mencegah berbagai penyakit

Tempe dan makanan berbasis kedelai lainnya mengandung isoflavon, senyawa fitokimia yang hanya ditemukan pada tumbuhan. Isoflavon adalah sejenis fitoestrogen yang menyerupai estrogen manusia dalam struktur kimia, namun lebih lemah. Dengan meniru estrogen di lokasi tertentu dalam tubuh, isoflavon memberikan banyak manfaat kesehatan yang membantu Anda menghindari berbagai penyakit. Selain pada kedelai, isoflavon juga ditemukan pada kacang-kacangan lain, namun konsentrasi isoflavon pada kedelai adalah yang tertinggi. Seratus gram tempe mengandung sekitar 43,52 mg isoflavon. Dalam berat yang sama, kacang polong dan kacang tanah masing-masing hanya mengandung 2,42 mg dan 0,26 mg isoflavon.
Beberapa manfaat isoflavon:
  • Menurunkan risiko kanker. Isoflavon bertindak sebagai estrogen lemah yang mengikat reseptor estrogen dan memblokir beberapa efek merugikan dari estrogen yang mendukung pertumbuhan sel kanker. Efek ini serupa dengan cara kerja Tamoxifen, obat resep untuk mengobati kanker payudara, yang bertindak sebagai anti-estrogen dengan mengikat reseptor estrogen dan memblokir efek estrogen yang mendukung pertumbuhan sel-sel kanker. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa diet yang kaya kedelai dapat memberikan perlindungan dari beberapa kanker, termasuk kanker payudara, kelenjar prostat dan usus besar.
  • Peningkatan kesehatan tulang. Konsumsi isoflavon telah terbukti mengurangi kehilangan massa tulang dan memperlambat kehilangan kalsium dalam studi osteoporosis pada hewan. Obat anti-osteoporosis Ipriflavon adalah sintetis isoflavon yang diresepkan di Eropa untuk mengurangi resorpsi tulang pada wanita pasca-menopause. Selain itu, kedelai banyak mengandung kalsium.
  • Menurunkan tekanan darah. Penelitian tahun 2005 di AS menunjukkan bahwa diet kaya kedelai dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi hingga 10%.
  • Meringankan gejala menopause. Pada wanita yang mengalami menopause di mana produksi estrogen menurun, fitoestrogen dapat menghasilkan aktivitas estrogenik untuk meringankan gejala-gejala seperti kegerahan (hot flushes). Di Jepang, di mana konsumsi kedelai sangat tinggi, gejala menopause jarang dilaporkan.
  • Menurunkan kolesterol. Isoflavon adalah anti-oksidan yang membantu menurunkan kolesterol jahat (LDL) serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Selain isoflavon, kedelai juga memiliki zat yang disebut saponin, yang secara signifikan menurunkan kolesterol. Tempe dan produk kedelai lainnya banyak mengandung saponin. Kedelai mentah mengandung antara 2 dan 5 g saponin per 100 g. Penelitian tahun 1997 oleh Dr Rene Malinow di Oregon Regional Primate Center menunjukkan secara meyakinkan bahwa saponin mengikat kolesterol dan asam empedu dalam usus sehingga memungkinkan pembuangan mereka. Efek ini sama dengan cara kerja obat penurun kolesterol cholestyramine.

7. Murah dan bergizi

Tidak kalah penting dari semuanya, tempe jauh lebih murah dibandingkan sumber protein lainnya, dengan kandungan gizi yang tidak kalah banyak. Terima kasih kepada Pemerintah yang selalu menjaga harga kedelai agar tetap terjangkau masyarakat!
Nah, setelah mengetahui keunggulan-keunggulan tempe di atas, seharusnya Anda bangga bila lain kali ada orang mengatakan Anda “bermental tempe”. Artinya, Anda memiliki mental yang hebat!

sumber

Pelbagai Kegunaan Cengkih.

cengkih
Cengkih (Syzygium aromaticum L.) atau dalam bahasa Inggris disebut cloves adalah tangkai bunga kering beraroma dari keluarga pohon Myrtaceae. Tumbuhan asli Indonesia ini adalah flora identitas Provinsi Maluku Utara. Cengkih saat ini terutama ditanam di Kepulauan Banda, Madagaskar, Zanzibar, India, dan Sri Lanka. Pohon cengkih merupakan tanaman tahunan yang dapat tumbuh hingga tinggi 10-20 m dan mempunyai daun berbentuk lonjong yang berbunga pada pucuk-pucuknya. Tangkai bunga pada awalnya berwarna hijau dan berwarna merah jika bunga sudah mekar. Cengkih dipanen jika sudah mencapai panjang 1,5-2 cm.

Kegunaan cengkih

Cengkih digunakan sebagai bumbu di Eropa dan Asia, baik dalam bentuk utuh atau sebagai bubuk. Terutama di Indonesia, cengkih juga digunakan sebagai bahan rokok kretek. Di China dan Jepang, cengkih digunakan sebagai bahan pewangi dupa. Daun cengkih kering yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai pestisida nabati dan efektif untuk mengendalikan penyakit busuk batang Fusarium dengan memberikan 50-100 gram daun cengkih kering per tanaman.
Minyak cengkih merupakan salah satu minyak atsiri yang cukup banyak dihasilkan di Indonesia dengan cara penyulingan air dan uap. Dalam perdagangan internasional, minyak cengkih dibagi menjadi tiga bagian berdasarkan sumbernya, yaitu minyak daun cengkih (clove leaf oil), minyak tangkai cengkih (clove stem oil), minyak bunga cengkih (clove bud oil). Minyak cengkih berwarna bening sampai kekuning-kuningan, mempunyai rasa yang pedas, keras, dan beraroma cengkih. Warnanya akan berubah menjadi coklat atau ungu jika berkontak dengan besi atau disimpan dalam waktu cukup lama.
Minyak cengkih mempunyai fungsi anestetik dan antimikrobial. Minyak cengkih sering digunakan untuk menghilangkan bau nafas dan sakit gigi. Zat yang terkandung dalam cengkih yang bernama eugenol digunakan dokter gigi untuk menenangkan saraf gigi. Selain eugenol, minyak atsiri cengkih juga mengandung senyawa asetil eugenol, beta-karyofilen dan vanilin. Terdapat pula kandungan tanin, asam galotanat, metil salisilat (suatu zat penghilang nyeri), asam krategolat, beragam senyawa flavonoid (yaitu eugenin, kaemferol, rhamnetin, dan eugenitin), berbagai senyawa triterpenoid (yaitu asam oleanolat, stigmasterol, dan kampesterol), serta berbagai senyawa seskuiterpen.
Cengkih memiliki sifat mampu meningkatkan produksi asam lambung, menggiatkan gerakan peristaltik saluran pencernaan, juga digunakan sebagai obat cacing alami. Manfaat cengkih yang lain adalah mengatasi muntah karena lambung dingin, sakit perut, mual, sakit di dada dan perut, batuk, masuk angin, penghangat badan, perut mulas sewaktu haid, rematik, dan pegal linu. 

sumberhttp://majalahkesehatan.com/pelbagai-kegunaan-cengkih/

4 Tips Mengobati Wasir Sendiri.

Wasir atau ambeien adalah varises yang terletak di sekitar anus. Bila bengkak dan iritasi, wasir dapat sangat menyakitkan. Wasir biasanya sembuh sendiri dalam satu atau dua minggu. Namun, bila wasir sangat menyakitkan, Anda tentu tidak ingin menderita selama itu, bukan?
Apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya? Berikut adalah 4 langkah yang bisa Anda lakukan untuk meringankan wasir Anda.a butt
  1. Ambillah obat penghilang rasa sakit dan anti-inflamasi untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan. Anda dapat mengambil tablet oral, krim oles atau supositoria anus. Pemberian gel lidah buaya (aloe vera) pada area dubur juga dapat membantu mengurangi peradangan. Alternatif lainnya, Anda dapat menggunakan obat alami berbasis daun ungu (graptophyllum pictum) untuk melawan wasir. Daun ungu adalah tanaman yang berasal dari New Guinea dan Polinesia. Saponin, alkaloid, glikosida dan zat lain yang terkandung pada daun ungu dapat menghambat peradangan wasir dan membantu proses pencernaan yang membuat tinja lunak. Efek anti-inflamasi saponin cukup kuat untuk mengatasi wasir yang parah sekalipun.
  2. Bersihkan area dubur dengan baik setiap selesai buang air besar. Anda tidak perlu menggunakan sabun karena dapat meningkatkan iritasi. Untuk mengeringkan daerah sekitar wasir, Anda bisa menggunakan tisu lembut yang biasa digunakan untuk bayi.
  3. Kurangi rasa nyeri dengan duduk dalam air hangat (sitz bath) tiga atau empat kali sehari selama 10 sampai 15 menit. Anda juga dapat menerapkan kantung es atau kompres dingin pada daerah dubur selama sekitar sepuluh menit, tiga atau empat kali sehari untuk mengurangi pembengkakan pembuluh darah.
  4. Cegah atau kurangi sembelit. Pilihlah makanan tinggi serat (sayuran, buah-buahan dan biji-bijian) dan perbanyak minum. Hindari teh dan kopi untuk sementara.
Jika wasir Anda sangat menyakitkan, tidak merespon perawatan sendiri atau sering kambuh lagi, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter Anda.

sumber

Sekilas Tentang Refluks Asam.

Anda mungkin pernah mengalami kondisi di mana cairan dan gas dari lambung berbalik mengalir ke kerongkongan. Mulut jadi terasa pahit dan dada terasa terbakar. Kondisi ini disebut refluks asam atau refluks gastroesofagus. Asam lambung bahkan bisa mengalir sampai ke tenggorokan (faring) dan mulut.
'Tagged! by CSaw' photo (c) 2010, Emma Seibert - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/Hampir setiap orang pernah mengalami kondisi ini, yang biasanya hanya berlangsung singkat. Pada sebagian orang, refluks asam lebih sering terjadi sehingga menjadi penyakit yang disebut penyakit refluks gastroesofagus atau gastroesophageal reflux disease (GERD). Paparan berulang oleh cairan lambung yang asam dalam jangka panjang dapat mengakibatkan komplikasi, seperti luka (ulkus) dan radang esofagus (esofagitis).  Jaringan parut kemudian muncul di kerongkongan dan mengakibatkan penyempitan (striktur) yang menyulitkan menelan. Jaringan normal di esofagus bahkan bisa digantikan oleh jaringan abnormal yang berpotensi menjadi kanker kerongkongan (adenokarsinoma esofagus). Untungnya, komplikasi ini relatif jarang terjadi.

Penyebab

Refluks asam terjadi karena sfingter esofagus bagian bawah (cincin otot di ujung bawah kerongkongan) gagal berkontraksi sebagaimana mestinya. Sfingter ini berfungsi sebagai katup satu arah yang mencegah isi perut mengalir ke atas .
Refluks asam mungkin tidak berkaitan dengan sebab apapun. Namun, beberapa kondisi berikut dapat juga menjadi penyebabnya:
  • Hernia hiatal. Tonjolan pipa tenggorokan yang melalui diafragma ini menghalangi penutupan sfingter.
  • Kegemukan. Lemak yang berlebihan di dalam rongga perut meningkatkan tekanannya. Hal ini menyebabkan isi perut mengalir ke kerongkongan.
  • Kehamilan. Rahim yang membesar selama kehamilan menekan perut, menciptakan tekanan yang lebih besar sehingga meningkatkan kecenderungan refluks. Selain itu, perubahan hormonal menyebabkan sfingter esofagus mengendur selama kehamilan.
  • Makanan. Semakin banyak makanan di perut, semakin tinggi kecenderungan untuk refluks. Kecenderungan ini juga meningkat setelah memakan makanan berlemak yang lambat dicerna .
  • Merokok. Merokok mencegah sfingter esofagus bekerja dengan baik, mengurangi tingkat pengosongan perut dan meningkatkan produksi asam lambung.
  • Sembelit. Sembelit meningkatkan kecenderungan untuk refluks dengan meningkatkan tekanan di dalam rongga perut.
  • Berbaring. Kecenderungan refluks meningkat ketika Anda berbaring .

Pengobatan

Refluks asam yang tidak mengganggu tidak memerlukan pengobatan. Jika terasa mengganggu, gejalanya dapat diperingan dengan obat -obatan yang menetralisir atau mengurangi sekresi asam lambung (antisida, antagonis histamin-2, dll).  Obat-obatan yang mempercepat pengosongan perut juga mungkin diberikan bila Anda tidak merespon pengobatan lain. Dokter akan merekomendasikan obat yang paling tepat untuk Anda.
Jika gejalanya sering atau parah, pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut diperlukan. Penyakit lain dapat memiliki gejala yang mirip dan kombinasi obat resep dengan terapi lainnya mungkin diperlukan untuk mengurangi refluks. Dalam sejumlah kecil kasus, masalahnya mungkin harus diselesaikan dengan prosedur pembedahan laparoskopik untuk memperkuat sfingter esofagus.

Tips untuk Anda

Lakukan hal-hal berikut untuk mencegah atau mengurangi refluks asam
sumber

Apakah Skizofrenia?

'Homeless, Old and Alone' photo (c) 2008, ClickE - license: http://creativecommons.org/licenses/by-nd/2.0/Skizofrenia adalah penyakit yang oleh masyarakat disebut sebagai penyakit gila atau sinting. Gangguan otak ini menyebabkan perubahan pikiran dan perilaku karena tidak dapat membedakan antara khayalan dan kenyataan.
Penyakit ini biasanya dimulai pada usia 15 sampai 30 tahun. Risiko mengembangkan skizofrenia hampir satu persen dari populasi keseluruhan. Pria lebih banyak yang terkena penyakit ini daripada wanita.

Penyebab

Penyebab skizofrenia sampai saat ini belum diketahui. Dari berbagai penelitian, penderita skizofrenia diketahui memiliki kelainan pada struktur otak– misalnya pembesaran rongga otak yang berisi cairan (ventrikel) dan penyusutan bagian otak tertentu– atau kelainan fungsi otak– misalnya penurunan aktivitas metabolik di daerah otak tertentu.
Faktor keturunan sangat berkontribusi terhadap risiko seseorang terkena skizofrenia. Risiko meningkat jika ada kerabat Anda yang memilikinya. Semakin dekat kerabat Anda, semakin besar risikonya. Jika kakek Anda memiliki penyakit ini, risiko Anda sekitar tiga persen. Jika salah satu orangtua Anda memilikinya, risiko Anda sekitar 10 persen. Jika kedua orangtua Anda atau kembar identik Anda memilikinya, risiko Anda sekitar 40 sampai 50 persen.
Ada gen-gen rentan yang diketahui meningkatkan risiko mengembangkan skizofrenia. Sebagian dari gen itu juga meningkatkan risiko untuk penyakit mental lainnya seperti gangguan bipolar (manik-depresif). Sebaliknya, ada gen-gen lain yang memberikan perlindungan terhadap gangguan mental. Hingga saat ini kita tidak tahu mengapa mereka menambah atau mengurangi risiko tersebut.
Namun, gen tidak menjelaskan semuanya. Ada kasus-kasus di mana hanya salah satu dari dua kembar monozigot (yang memiliki genom identik) yang terkena penyakit ini. Kondisi lingkungan tampaknya juga berperan penting bagi pengembangan skizofrenia. Ada banyak sekali faktor lingkungan yang mungkin ikut berperan, misalnya, komplikasi selama kehamilan atau persalinan, infeksi selama kehamilan, tempat tinggal (kota vs desa), penggunaan narkoba, dll.

Gejala

Untuk mendiagnosis skizofrenia, psikiater mencari dua atau lebih dari gejala berikut: delusi, halusinasi, bicara tidak teratur, perilaku yang sangat tidak teratur, perilaku katatonik (tidak ada gerakan sama sekali), emosi sedikit (dibandingkan dengan orang normal), kesulitan bicara, atau kurangnya perilaku bertujuan (kesulitan mendapatkan hal-hal untuk dilakukan). Diagnosis dibuat melalui wawancara dan observasi pasien. Karena masalah-masalah lain dapat menyebabkan gejala-gejala yang sama, psikiater mencari masalah yang bertahan enam bulan atau lebih sebelum mereka mendiagnosis skizofrenia. Berbagai pemeriksaan medis juga mungkin dilakukan untuk mengeliminasi penyebab lain.

Apa yang dapat Anda lakukan?

Jika memiliki penyakit itu, Anda kemungkinan besar tidak menyadari bahwa Anda sakit dan membutuhkan pengobatan. Peran keluarga sangat penting untuk menyadari kehadiran penyakit ini. Seringkali, pada tahap lanjut pasien harus mendapatkan perawatan yang memerlukan penahanan untuk melindungi pasien dan lingkungannya.
Skizofrenia sangat menyengsarakan bagi penderita maupun keluarganya. Kehidupan sekolah dan pekerjaan dapat sangat terpengaruh olehnya. Hampir 10 persen pasien skizofrenia melakukan bunuh diri. Namun, Anda dapat belajar untuk memahami dan mengatasi gejala-gejalanya sehingga dapat membantu bila kerabat Anda ada yang memilikinya.

Pengobatan

Pengobatan skizofrenia terdiri dari tiga jenis:
  • Obat antipsikotik: Obat antipsikotik selama bertahun-tahun telah menjadi bagian paling penting dari pengobatan skizofrenia. Obat ini menghambat aksi neurotransmitter dopamin di otak. Skizofrenia dianggap sebagai akibat dari produksi dopamin yang terlalu aktif di otak. Peningkatan aktivitas dopamin ini terjadi secara periodik dan hanya di beberapa daerah otak. Di daerah lain dari otak mungkin aktivitas dopamin justru terlalu rendah. Semua obat antipsikotik memiliki efek samping yang signifikan sehingga harus diberikan secara ekstra hati-hati.
  • Terapi bimbingan: Bentuk pengobatan ini ditujukan untuk peningkatan harga diri, pemahaman diri, penguasaan gejala, peningkatan inisiatif dan pengurang rasa kesepian. Terapi bimbingan juga dapat sangat penting untuk memotivasi pasien dalam melanjutkan pengobatan. Keterlibatan keluarga, terutama pada awal penyakit sangat penting untuk keberhasilan terapi ini.
  • Aksi psikiatri sosial: Pelatihan keterampilan dalam aktivitas sosial, kerja nyata, keterampilan kognitif dan edukasi mengenai penyakit mental dan gejalanya. Terapi ini penting untuk membangun dan melatih kemampuan sosial dan pemahaman atas penyakit. Hal ini dapat dilakukan di tempat penampungan yang menyediakan fasilitas dan akomodasi yang sesuai.

Prospek masa depan

Skizofrenia biasanya merupakan penyakit jangka panjang atau seumur hidup, tetapi kekambuhannya mungkin hanya sekali-sekali. Sebagian pasien mengembangkan kondisi yang parah dan tidak dapat disembuhkan. Sebagian lainnya sembuh. Obat tidak membuat pasien jadi sehat, tapi mempersingkat dan mengurangi keparahan kekambuhannya. Upaya dini untuk mengurangi proses penyakit sangat membantu untuk menghindari beberapa konsekuensi sosial.

sumber